Analisis Risiko Paparan PM10 Terhadap Gangguan Pernapasan Pada Pekerja di SPBU Kota Padang Tahun 2025

Ayu, Apsari (2025) Analisis Risiko Paparan PM10 Terhadap Gangguan Pernapasan Pada Pekerja di SPBU Kota Padang Tahun 2025. Other thesis, Poltekkes Kemenkes padang.

[thumbnail of Skripsi Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan Tahun 2025] Text (Skripsi Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan Tahun 2025)
AYU APSARI.pdf - Published Version

Download (771kB)

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Kota Padang menyebabkan lonjakan emisi partikulat udara, terutama Particulate Matter 10 (PM10) yang berasal dari proses pembakaran bahan bakar. Salah satu lokasi dengan tingkat paparan tinggi adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di mana operator terpapar langsung oleh emisi kendaraan setiap hari. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum adanya pengendalian mutu udara secara berkala serta rendahnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), yang mengakibatkan operator berisiko mengalami gangguan pernapasan akibat paparan jangka panjang terhadap PM10.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan Analisis Risiko
Kesehatan Lingkungan (ARKL), yang meliputi identifikasi bahaya, analisis dosis- respon, analisis pajanan, dan karakterisasi risiko. Penelitian dilakukan di tiga SPBU yaitu SPBU Indarung, Coco Mata Air, dan Ampang. Sampel penelitian terdiri dari operator yang telah memenuhi kriteria inklusi dan konsentrasi PM10 diukur menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS) dan kuesioner.
Bahaya yang teridentifikasi mencakup debu dari kendaraan yang mengantri dan meninggalkan SPBU, penggunaan APD yang belum optimal, serta belum adanya program pengendalian mutu udara. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa konsentrasi PM10 di SPBU Indarung sebesar 1,10 mg/m³, Coco Mata Air
0,092 mg/m³, dan Ampang 0,13 mg/m³, yang semuanya melebihi ambang batas Permenaker No. 5 Tahun 2018 1 mg/m³. Analisis risiko menunjukkan 60% operator mengalami gangguan pernapasan. Operator di SPBU Indarung memiliki nilai RQ > 1 lifetime, sedangkan SPBU Coco Mata Air dan Ampang menunjukkan risiko masih aman.
Diharapkan pengelola SPBU meningkatkan upaya mitigasi seperti sosialisasi penggunaan APD, pemantauan kualitas udara secara berkala, dan
penanaman vegetasi sebagai penghalang alami polusi.

Kata Kunci: Risiko, PM10, SPBU, Gangguan Pernapasan, ARKL
Daftar Pustaka : 33 (2012-2024)

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Karya Ilmiah > SKRIPSI
Divisions: Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi Sarjana Terapan Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Derwita
Date Deposited: 20 Feb 2026 07:17
Last Modified: 20 Feb 2026 07:17
URI: http://repositoryperpustakaanpoltekkespadang.site/id/eprint/2736

Actions (login required)

View Item
View Item