Hubungan Konsentrasi PM10 dan Kondisi Fisik Kamar Balita dengan Risiko Kejadian ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang Tahun 2025

Nailu, Himah (2025) Hubungan Konsentrasi PM10 dan Kondisi Fisik Kamar Balita dengan Risiko Kejadian ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang Tahun 2025. Other thesis, Poltekkes Kemenkes Padang.

[thumbnail of Skripsi Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan Tahun 2025] Text (Skripsi Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan Tahun 2025)
Skripsi Nailu Himah (1).pdf - Published Version

Download (877kB)

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan utama pada balita karena tingginya angka kejadian dan risiko komplikasi. Faktor lingkungan berperan penting terhadap timbulnya ISPA, salah satunya adalah kualitas udara dalam ruangan yang dapat dipengaruhi oleh konsentrasi partikulat PM10. PM10 yang melebihi ambang batas berpotensi mengiritasi saluran pernapasan dan meningkatkan risiko ISPA. Selain itu, kondisi fisik kamar balita yang tidak memenuhi syarat kesehatan, seperti ventilasi yang kurang memadai, pencahayaan yang rendah, suhu ruangan yang tidak sesuai standar, serta kelembaban yang terlalu tinggi atau rendah, dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan penyebaran mikroorganisme penyebab ISPA.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Juni 2025. Jumlah sampel sebanyak 88 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pengukuran langsung di rumah responden. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.
Hasil dari analisis univariat menunjukkan bahwa 84,1 % konsentrasi PM10 memenuhi syarat, sedangkan 97,7 % kondisi fisik kamar balita tidak memenuhi syarat. Sementara itu, analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara konsentrasi PM10 dengan risiko terjadinya ISPA (p = 1,000), serta tidak ada hubungan yang signifikan antara kondisi fisik kamar balita dengan risiko kejadian ISPA (p = 0,214).
Diharapkan agar masyarakat lebih memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal, termasuk kualitas udara dalam ruangan dan kondisi fisik kamar (seperti ventilasi, pencahayaan, suhu, dan kelembaban), untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak balita. Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk menghindari kebiasaan yang dapat membahayakan kesehatan anak.

xvi + 26 halaman, 7 tabel, 3 gambar, 6 lampiran
Kata Kunci : (PM10, kondisi fisik kamar, ISPA)

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Karya Ilmiah > SKRIPSI
Divisions: Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi Sarjana Terapan Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Derwita
Date Deposited: 05 Aug 2026 03:19
Last Modified: 05 Aug 2026 03:19
URI: http://repositoryperpustakaanpoltekkespadang.site/id/eprint/2772

Actions (login required)

View Item
View Item