Gambaran Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Barung-Barung Balantai Pesisir Selatan Tahun 2025

Febra, Azizah (2025) Gambaran Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Barung-Barung Balantai Pesisir Selatan Tahun 2025. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Padang.

[thumbnail of Tugas Akhir Mahasiswa Prodi D3 Sanitasi Tahun 2025] Text (Tugas Akhir Mahasiswa Prodi D3 Sanitasi Tahun 2025)
Febra Azizah.pdf - Published Version

Download (667kB)

Abstract

Pelayanan kesehatan lingkungan merupakan bagian penting dalam upaya promotif dan preventif di puskesmas yang mencakup tiga kegiatan utama, yaitu konseling, inspeksi, dan intervensi. pada data laporan kunjungan klaster 4 di Puskesmas Barung Barung Balantai pada tahun 2025 selama 6 bulan terakhir tercatat dari Januari-Juni kasus penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi penyakit terbanyak diantaranya yaitu: Scabies,TB Paru, Diare dan Kulit dengan 167 jumlah pasien yang menggunjungi klaster IV. Masih tingginya kasus penyakit berbasis lingkungan seperti scabies, TB paru, dan diare di wilayah kerja Puskesmas Barung-Barung Balantai menunjukkan pentingnya optimalisasi pelayanan kesehatan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan pelayanan kesehatan lingkungan yang mencakup kegiatan konseling, inspeksi, dan intervensi kesehatan lingkungan, serta mengidentifikasi hambatan dalam implementasinya. Dan untuk menggambarkan pelaksanaan pelayanan kesehatan lingkungan di Puskesmas Barung-Barung Balantai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan pada tahun 2025.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data primer melalui observasi menggunakan lembar checklist serta data sekunder dari dokumentasi puskesmas.
Pada penelitian yang dilakukan tanggal 26 Mei – 5 Juni didapatkan 11 pasien penyakit berbasis lingkungan, yang mengunjungi klaster IV, keseluruhnya telah mendapatkan pelayanan konseling, dengan kasus TB Paru dan scabies. Kegiatan konseling terlaksana dengan baik sebesar 81,8%, inspeksi sebesar 72,7%, dan intervensi hanya 0%.
Rendahnya pelaksanaan intervensi disebabkan oleh minimnya pelibatan tenaga lain, kurangnya sarana seperti sanitarian kit, lembar tilik konseling dan tidak optimalnya tindak lanjut pasca konseling. Diperlukan peningkatan sarana prasarana, pelatihan petugas, serta penguatan koordinasi lintas program agar seluruh kegiatan pelayanan kesehatan lingkungan dan dapat berjalan optimal sesuai standar yang berlaku.

xvi+34 halaman, 5 lampiran, 3 gambar, 4 tabel
Daftar Bacaan: 17 (2015-2025)
Kata Kunci: Pelayanan Kesehatan Lingkungan, Puskesmas, Sanitarian

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Karya Ilmiah > Karya Tulis Ilmiah
Divisions: Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi Diploma 3 Sanitasi
Depositing User: Galuh Robert Putri
Date Deposited: 11 Feb 2026 02:03
Last Modified: 11 Feb 2026 02:03
URI: http://repositoryperpustakaanpoltekkespadang.site/id/eprint/2687

Actions (login required)

View Item
View Item