Perbedaan Jenis dan Frekuensi Konsumsi Bahan Makanan Sumber Natrium dan Kalium pada Petani dan PNS Usia 45–59 Tahun di Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Tahun 2025

Sofie Putri, Rendira (2025) Perbedaan Jenis dan Frekuensi Konsumsi Bahan Makanan Sumber Natrium dan Kalium pada Petani dan PNS Usia 45–59 Tahun di Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Tahun 2025. Other thesis, Poltekkes Kemenkes Padang.

[thumbnail of Skripsi Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan dan Dietika Tahun 2025] Text (Skripsi Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan dan Dietika Tahun 2025)
SKRIPSI SOFIEPUTRI.pdf - Published Version

Download (892kB)

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dijumpai di Indonesia. Prevalensi di Sumatera Barat mencapai 25,16% pada tahun 2018. Jenis dan frekuensi konsumsi tinggi natrium dan rendah kalium berperan dalam meningkatkan risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jenis dan frekuensi konsumsi bahan makanan sumber natrium dan kalium pada petani dan PNS usia 45–59 tahun di Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang Tahun 2025.
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilaksanakan di Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, pada tahun 2025. Populasi terdiri dari 1.187 petani dan 226 PNS, dengan jumlah sampel sebanyak 79 orang, terdiri atas 66 petani dan 13 PNS. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan stratified random sampling dengan equal allocation. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan data identitas responden, sedangkan data sekunder bersumber dari Riskesdas, BPS, Puskesmas, dan Nagari Bukik Batabuah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani memiliki jenis konsumsi natrium tidak beragam (60,6%) dan frekuensi sering (71,2%), sedangkan PNS lebih beragam (69,2%) dan frekuensi jarang (69,2%). Jenis bahan makanan natrium yang paling banyak dikonsumsi adalah kecap, ikan asin kering, saus tomat, dan kacang hijau. Pada konsumsi kalium, petani cenderung tidak beragam (62,1%) dan jarang (56,1%), sementara PNS lebih beragam (69,2%) dan sering (76,9%). Jenis bahan makanan kalium terbanyak dikonsumsi yaitu daging ayam, kentang, wortel, dan buncis. Uji Chi-Square menunjukkan perbedaan signifikan antara jenis pekerjaan dengan jenis dan frekuensi konsumsi natrium (p = 0,048 dan p = 0,002) serta kalium (p = 0,037 dan p = 0,030).
Terdapat perbedaan signifikan antara petani dan PNS dalam jenis dan frekuensi konsumsi bahan makanan sumber natrium dan kalium di Nagari Bukik Batabuah Tahun 2025.

Kata Kunci : Jenis konsumsi, frekuensi konsumsi, natrium, kalium, petani, PNS
Daftar Pustaka : 74 (2013-2025)

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Karya Ilmiah > SKRIPSI
Divisions: Jurusan Gizi > Program Studi Sarjana Terapan Gizi
Depositing User: Derwita
Date Deposited: 19 Feb 2026 02:48
Last Modified: 19 Feb 2026 02:48
URI: http://repositoryperpustakaanpoltekkespadang.site/id/eprint/2651

Actions (login required)

View Item
View Item