Gambaran Pola Konsumsi, Asupan Natrium, dan Serat Penderita Hipertensi di Puskesmas Lapai Tahun 2024

Fezi Omna, Septiani (2024) Gambaran Pola Konsumsi, Asupan Natrium, dan Serat Penderita Hipertensi di Puskesmas Lapai Tahun 2024. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Padang.

[thumbnail of Tugas Akhir Mahasiswa Prodi D3 Gizi Tahun 2024] Text (Tugas Akhir Mahasiswa Prodi D3 Gizi Tahun 2024)
Fezi Omna Septiani.pdf - Published Version

Download (885kB)

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian secara global. Prevalensi hipertensi di Sumatera Barat sebesar 25,2 % dan Kota Padang 21,75 % pada tahun 2018. Seseorang yang melakukan pola konsumsi yang salah dengan asupan natrium tinggi dan serat rendah akan beresiko hipertensi. Pada saat ini masyarakat leih sering mengonsumsi bahan makanan tinggi natrium seperti makanan cepat saji, serta kurang menyukai buah dan sayur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat gambaran pola konsumsi, asupan natrium, dan serat penderita hipertensi.
Penelitian ini bersifat deskriptif dengan cross sectional study, dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Lapai Kota Padang dengan sampel penelitian 40 orang. Data pola konsumsi, asupan natrium, dan serat diperoleh dari wawancara dengan formulir SQ-FFQ (Semi-Quantitatif Food Frequency Questionnaire). Data diperoleh secara univariat.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki pola makan yang kurang baik, dilihat dari responden masih mengonsumsi natrium yang tinggi, jika dibandingkan dengan kebutuhan natrium pada diet rendah garam. Rata-rata asupan natrium responden adalah 1584,20 mg per hari, dan rata-rata asupan serat responden adalah 5,05 gr per hari. Seluruh responden sudah mengonsumsi natrium dan serat yang beragam, namun natrium masih tinggi dari kebutuhan dan konsumsi serat masih sangat kurang dari kebutuhan. Pola konsumsi natrium yang tinggi dilihat dari frekuensi dan jenis bahan makanan tinggi natrium yaitu sarden, telur ayam, garam, ayam, dan kecap. dengan frekuensi rata-rata 1x/minggu. Pola konsumsi serat berdasarkan jenis dan frekuensi yang dikonsumsi adalah bayam, wortel, pepaya, pisang, dan kangkung dengan rata-rata konsumsi 1x/minggu.
Kesimpulan bahwa responden masih suka mengonsumsi bahan makanan tinggi natrium dan beragam dalam seminggu, sehingga asupan natrium berlebih dari kebutuhan berdasarkan diet rendah garam dan sudah mengonsumsi serat dengan buah dan sayur yang beragam, namun masih kurang dari kebutuhan. Saran petugas kesehatan di puskesmas dapat terus memberikan edukasi hipertensi kepada semua masyarakat.

Kata kunci : hipertensi, pola konsumsi, asupan natrium, asupan serat
Sumber literatur : 43 kepustakaan (2016-2022)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Karya Ilmiah > Karya Tulis Ilmiah
Divisions: Jurusan Gizi > Program Studi Diploma 3 Gizi
Depositing User: Galuh Robert Putri
Date Deposited: 17 Feb 2025 02:51
Last Modified: 17 Feb 2025 02:51
URI: http://repositoryperpustakaanpoltekkespadang.site/id/eprint/1733

Actions (login required)

View Item
View Item