Dyah Desri, Wahyuni (2024) Gambaran Faktor Kekambuhan pada Pasien Gastritis Kronis di Puskesmas Tarusan Tahun 2024. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Padang.
![[thumbnail of Tugas Akhir Mahasiswa Prodi D3 Gizi Tahun 2024]](http://repositoryperpustakaanpoltekkespadang.site/style/images/fileicons/text.png)
Dyah Desri Wahyuni.pdf - Published Version
Download (850kB)
Abstract
Gastritis atau lebih dikenal sebagai maag merupakan penyakit radang atau iritasi lambung yang ditemukan hampir pada seluruh lapisan usia. Kekambuhan adalah kembalinya suatu penyakit setelah sebelumnya tampak mereda. Di Sumatera Barat gastritis menempati urutan ke-2 dari 10 penyakit terbanyak. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan menunjukkan bahwa angka kejadian gastritis terus meningkat setiap tahunnya terutama di Kecamatan Koto XI Tarusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor kekambuhan pasien Gastritis di Puskesmas Tarusan Tahun 2024.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel merupakan pasien gastritis kronis yang mengalami kekambuhan di Puskesmas Tarusan berjumlah 44
Orang. Data primer didapatkan melalui wawancara tentang pola makan, diperoleh dari Semi Quantitative Food Frequency Questionare (SQ-FFQ), kebiasaan merokok, konsumsi Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (OAINS), dan aktivitas fisik diperoleh dari kuesioner. Sedangkan data sekunder didapatkan melalui catatan rekam medik pasien. Data dianalisa secara Univariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan sebanyak 32 orang (72,7%), paling banyak berusia 50-64 tahun sebanyak 20 orang (45,5%), dengan lama menderita 1-5 tahun sebanyak 25 orang (56,8%), dan frekuensi kekambuhan yang seing sebanyak 37 orang (84%). Berdasarkan faktor kekambuhan seluruh respoden memiliki pola makan yang tidak baik dengan konsumsi jenis makanan berisiko 100%, jumlah asupan cukup
19 orang (43,2%), dan jadwal/frekuensi makan tidak teratur 40 orang (90,9%), responden dengan kebiasaan merokok 11 orang (25%), mayoritas tidak mengonsumsi obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) 25 orang (56,8%), dan mayoritas beraktivitas sedang 39 orang (88,6%), faktor yang paling beprengaruh adalah pola makan.
Responden memiki pola makan tidak baik, tidak merokok, tidak konsumsi OAINS, aktivitas fisik sedang dan faktor yang paling berpengaruh adalah pola makan. Saran yang diberikan untuk Puskesmas Tarusan adalah diharapkan ahli gizi puskesmas untuk memberikan penyuluhan atau konsultasi mengenai pola makan yang baik bagi penderita gastritis kronis. Bagi responden dan keluarga diharapkan lebih mengatur pola makan dan gaya hidup.
Kata Kunci : Faktor Kekambuhan, Gastritis Kronis
Daftar Pustaka : 23 (2012-2023)
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Subjects: | Karya Ilmiah > Karya Tulis Ilmiah |
Divisions: | Jurusan Gizi > Program Studi Diploma 3 Gizi |
Depositing User: | Galuh Robert Putri |
Date Deposited: | 14 Jan 2025 06:39 |
Last Modified: | 14 Jan 2025 06:39 |
URI: | http://repositoryperpustakaanpoltekkespadang.site/id/eprint/1729 |