Nadia, Juwita (2024) Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Baduta di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang. Other thesis, Poltekkes Kemenkes Padang.
![[thumbnail of Skripsi Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Tahun 2024]](http://repositoryperpustakaanpoltekkespadang.site/style/images/fileicons/text.png)
SKRIPSI_NADIA JUWITA_203310703.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Stunting masih menjadi permasalahan gizi yang terjadi di dunia, terutama di negara miskin dan berkembang termasuk Indonesia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), pada tahun 2022 terdapat 148.1 juta anak di bawah usia 5 tahun yang mengalami stunting. Prevalensi kejadian stunting di Indonesia tahun 2022 sebesar 21.6%. Provinsi Sumatera Barat menduduki peringkat ke-14 dengan prevalensi stunting sebesar 25.2%, sedangkan untuk kota Padang sebesar 19.5%. Stunting di pengaruhi oleh faktor pemberian ASI Eksklusif, pola asuh pemberian makan, riwayat penyakit infeksi dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian stunting pada anak di bawah usia 2 tahun di wilayah Puskesmas Andalas Kota Padang.
Desain penelitian menggunakan case control yang dilakukan pada bulan Oktober 2023-Juni 2024. Populasi adalah ibu yang memiliki anak usia 0-24 bulan, dengan besar sampel 82 anak yaitu 41 anak kelompok kasus dan 41 anak kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan studi dokumentasi. Tahapan pengolahan data yaitu editing, coding, entry data, cleaning, dan tabulating. Analisis data menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian didapatkan 65.9% anak dengan tidak ASI eksklusif mengalami stunting, 61.0% anak dengan pola asuh pemberian makan yang kurang baik mengalami stunting, 58.5% anak dengan riwayat infeksi mengalami stunting, 90.2% anak dengan sanitasi lingkungan kurang baik mengalami stunting. Penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pemberian ASI Eksklusif, pola asuh pemberian makan, riwayat infeksi dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting dengan p value = 0.001.
Diharapkan pihak puskesmas memberikan pendidikan kesehatan dalam pencegahan stunting dengan meningkatkan kesadaran ibu akan pentingnya pemberian ASI Eksklusif sampai anak berusia 6 bulan, pola asuh pemberian makan yang baik sesuai pedoman gizi, konsultasi riwayat infeksi seperti diare dan ISPA serta sanitasi lingkungan yang baik.
Kata Kunci : Stunting, Anak di Bawah Dua Tahun
Daftar Pustaka : 80 (2010-2024)
Item Type: | Thesis (Other) |
---|---|
Subjects: | Karya Ilmiah > SKRIPSI |
Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan |
Depositing User: | Derwita |
Date Deposited: | 23 Dec 2024 07:15 |
Last Modified: | 23 Dec 2024 07:15 |
URI: | http://repositoryperpustakaanpoltekkespadang.site/id/eprint/1707 |