Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Gangguan Saluran Pernapasan pada Pekerja Industri Batu Bata di Nagari Aripan Kabupaten Solok Tahun 2025

Putri Nawrah, Marismulni (2025) Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Gangguan Saluran Pernapasan pada Pekerja Industri Batu Bata di Nagari Aripan Kabupaten Solok Tahun 2025. Other thesis, Poltekkes Kemenkes Padang.

[thumbnail of Skripsi Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan Tahun 2025] Text (Skripsi Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan Tahun 2025)
SKRIPSI PUTRI NAWRAH MARISMULNI.pdf - Published Version

Download (896kB)

Abstract

Industri batu bata merupakan sektor informal yang memiliki risiko tinggi terhadap gangguan saluran pernapasan akibat paparan PM10 dari hasil pembakaran yang masih tradisional dan minim penggunaan alat pelindung diri (APD). Observasi awal di Nagari Aripan menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja mengalami gejala seperti batuk, bersin-bersin, dan sakit tenggorokan. Masalah ini disebabkan oleh faktor lingkungan kerja, karakteristik individu, dan kebiasaan berisiko seperti merokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan saluran pernapasan pada pekerja industri batu bata di Nagari Aripan Kabupaten Solok tahun 2025.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 69 orang dan diambil dengan teknik total populasi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner serta pengukuran konsentrasi PM₁₀ dengan High Volume Air Sampler. Analisis dilakukan dengan uji chi-square.
Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden (72,5%) mengalami keluhan gangguan saluran pernapasan. Selain itu, sebesar (81,2%) responden memiliki usia yang berisiko, (84,1%) masa kerja yang lama, (73,9%) lama kerja yang berisiko, (63,8%) yang merokok dan (66,7%) konsentrasi PM10 yang diatas baku mutu. hasil uji statistic menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara usia (p=0,018), masa kerja (p=0,029), lama kerja (p=0,000), kebiasaan merokok (p=0,021), dan konsentrasi PM₁₀ (p=0,000) dengan keluhan gangguan saluran pernapasan. Pekerja dengan paparan PM₁₀ melebihi ambang batas (≥ 1mg/m³).
Berdasarkan temuan tersebut, perlunya intervensi melalui penerapan program K3, pemakaian alat pelindung diri secara rutin, serta pengendalian kualitas udara di lingkungan kerja untuk mencegah peningkatan gangguan pernapasan pada pekerja.

Kata Kunci: gangguan pernapasan, industri batu bata, PM10
Daftar Pustaka : 45 (2012-2025)

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Karya Ilmiah > SKRIPSI
Divisions: Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi Sarjana Terapan Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Derwita
Date Deposited: 05 Aug 2026 03:22
Last Modified: 05 Aug 2026 03:22
URI: http://repositoryperpustakaanpoltekkespadang.site/id/eprint/2775

Actions (login required)

View Item
View Item